|
Dalam kehidupan ini kita sering dihadapkan pada beragam pilihan. Ada pilihan yang dengan mudah kita putuskan, namun tak jarang kita kesulitan dalam menentukan pilihan yang akan kita ambil. Jika sudah demikian, alangkah baiknya jika kita melaksanakan sholat istikharah.
Sholat istikharah aalah sholat sunnat yang dilakukan untuk memohon pertologan Allah dalam menentukan suatu keputusan. Sholat istikharah sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad saw jika kita menghadapi dilemma dalam mengambil keputusan. Dengan sholat istikharah, diharapkan keputusan yang kita ambil mendapat ridho dari Allah SWT. Sholat istikarah dapat dilakukan setiap saat, tanpa ada batasan waktu. Sholat istikharah dikejakan sebanyak 2 rakaat, dengan cara seperti kita melakukan sholat-sholat yang lain. Namun pada sholat istikharah, setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama dianjurkan untuk membaca surat Al kaafiruun. Sedang pada rakaat kedua sholat istikharah, setelah membaca Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas. Setelah selesai melakukan sholat istikharah, dilanjutkan dengan membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad saw. Setelah itu, berdoa dengan doa berikut ini: اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepa-da-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha-agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kua-sa. Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Eng-kau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (di sini, orang yang mem-punyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya) adalah baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, di dunia atau akhirat, maka taqdirkanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini berbahaya bagiku dalam agama, kehidupanku dan akibatnya terhadap diriku, maka jauhkanlah persoalan tersebut dariku dan jauhkanlah aku darinya, taqdirkan kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku" (HR. al-Bukhari)
Sholat istikharah dapat dilakukan berulang-ulang, hingga hati kita merasa mantap untuk mengambil keputusan. Selain itu, jika tidak sempat melakukan sholat istikharah, beberapa ulama berpendapat hanya membaca doa sholat istikharah juga diperbolehkan, sebab sholat istikharah pada dasarnya adalah doa kepada Allah untuk meminta petunjuk. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan sholat istikharah: - Biasakanlah untuk melakukan shalat Istikharah dalam setiap perkara apa saja sekali pun sepele.
- Yakinlah bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menganugerahkan petunjuk untuk hal yang lebih baik, himpun segenap hati saat berdo'a, renungi dan pahamilah makna-maknanya yang agung.
- Tidak sah melakukan shalat Istikharah setelah shalat fardhu tetapi harus berupa (shalat sunnah) dua raka'at yang khusus untuk shalat Istikharah.
- Jika hendak melakukan shalat Istikharah setelah shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha atau shalat-shalat sunnah lainnya, maka hal itu boleh dengan syarat berniat sholat Istikharah sebelum memulai shalat . Sedangkan bila telah melakukan Takbiratul Ihram untuk shalat istikharah, padahal belum meniatkan shalat Istikharah, maka tidak sah.
- Jika ingin melakukan shalat Istikharah di waktu-waktu yang terlarang, maka bersabarlah hingga masuk waktu shalat.
- Jika ada yang menghalangi untuk shalat -seperti sedang haidh bagi wanita-, maka tunggulah hingga halangan itu hilang. Jika urusan yang ingin di Istikharah-kan itu dikhawatirkan terlewati, maka beristikharahlah dengan cara berdo'a, bukan dengan melakukan shalat.
- Bila tidak hafal do'a Istikharah, maka bacalah di kertas atau kitab tetapi sebaiknya dihafal.
- Do'a shalat Istikharah boleh diucapkan sebelum salam dari shalat -yakni setelah tasyahhud- sebagaimana halnya boleh setelah salam.
- Bila telah melakukan shalat Istikharah, maka lakukanlah apa yang diinginkan itu dan jangan menunggu mendapatkan mimpi mengenai hal itu.
- Bila masih belum tampak mana yang lebih baik, maka ulangi lagi shalat Istikharah.
- Jangan tambahkan apa pun pada do'a ini dan jangan pula dikurangi. Berhentilah sebatas dalil yang ada.
- Jangan jadikan hawa nafsu menguasai dalam menentukan pilihan, sebab bisa jadi yang lebih baik bertentangan dengan hawa nafsu itu.
- Jangan lupa untuk meminta pendapat orang-orang yang bijak dan shalih. Gabungkan antara shalat Istikharah dan meminta pendapat.
|
Saya mohon bantuan untuk menafsirkan arti mimpi saya ini.
Sekarang ini saya sedang mempunyai pekerjaan yang tetap, tetapi saya punya niat untuk pindah tempat kerja. Allahmdulillah 2 minggu kebelakang saya ada panggilan untuk inteview, tetapi setelah diinterview saya jadi ragu2 untuk pindah ke tempat kerja baru itu (seandainya diterima). Pada tanggal 24 Juni kemarin saya ada panggilan lagi, nah pada malam harinya sebelum tgl 24 itu saya minta tolong ayah saya untuk sholat istikharah karena kalau saya suka tidak khusu. Hasilnya bapak saya mimpi saya di beri baju putih. Saya mohon bantuan dari saudara-saudara semua yang bisa menafsirkan arti mimpi itu. Yaitu apa arti dari mimpi SAYA DIBERI BAJU PUTIH tersebut. Terima kasih sebelumnya
saya mempunyai masalah, saya sekarang berada di jepang, tetapi yang jadi persoalan sudah 3 bulan ini saya mencari pekerjaan sambilan kesana kesini namun selalu ditolak,karena perekonomian jepang juga sedang resesi parah2nya. meskipun begitu saya terus mencari, sampai pada akhirnya saya sudah mencapai batas akhir. karena mulai bulan depan saya diharuskan membayar uang sekolah, disamping itu kondisi keuangan saya sudah menipis sehingga tidak memungkinkan untuk membayar uang. apa yang harus saya lakukan???
meskipun keluarga di indonesia sudah memutuskan untuk pulang saja..bagaimana saya sebaiknya?terima kasih
saya lagi bingung. saya menyukai teman saya, R. sejak pertama kali bertemu, saya sudah suka dengan dia. padahal selama ini saya tidak percaya dengan yang namanya "love at first sight". tapi sepertinya saya sudah menjilat ludah saya sendiri. pada masa pendekatan, dia belum punya pacar dan sepertinya dia tau kalau saya sudah menyukainya sejak dulu. selain tampan, pencinta suatu klub bola yang sama, dan juga sesuku, R adalah orang yang rajin sholat, rajin mengaji, suka shalat dhuha, dan rajin membaca buku-buku agama. saya makin menyukainya. bulan lalu dia bilang kalo dia sudah balik dengan mantan pacarnya yang sudah dipacarinya selama 5,5 tahun. saya patah hati, sejak itu perasaan suka saya langsung berubah karena saya sadar tidak akan bisa mendapatkannya dan saya juga pernah berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah mencintai orang yang sudah punya pasangan apalagi berpacaran karena saya pernah merasakan sakitnya dikhianati. setelah 2 hari mereka balik, dia bilang dia jatuh cinta sama saya. saya kaget dan setelah itu mulai menjauh darinya karena saya nggak mau merusak hubungan mereka. tapi sejak saya menjauhinya,dia menuntut saya untuk selalu dekat dengannya dan memohon agar saya juga mencintainya, dia juga mengancam akan menghilang dari hidup saya kalau saya mengabaikannya. dia bimbang & gundah antara siapa yang harus dipilih. dia juga mulai membanding-bandingkan pacarnya dengan saya. pacarnya orang yang sabar tapi dingin, sementara saya selalu perhatian & romantis. dia tidak mendapatkan perhatian itu dari pacarnya. pacarnya tau kalo dia menyukai saya, dan pacarnya tidak keberatan, malahan pacarnya mengajak kami bertiga jalan bareng. semakin lama perasaan cinta saya padanya semakin dalam dan disatu sisi sifat jeleknya yang ngambekan, childish & ngancem mulai membingungkan saya. ada sesuatu hal yang dia minta pada saya tapi tidak saya kabulkan karena sangat prinsipal, dia bilang dia kecewa pada saya dan ingin menjauh. saya shock dengan permintaannya itu karena cinta saya sudah mendalam. sampai sekarang dia belum menghubungi saya lagi, tapi saya masih belum bisa melupakannya. sejak kenal dia saya semakin dekat dengan Allah, dia selalu mengingatkan saya untuk selalu dekat dengan Allah. saya berharap untuk bisa memilikinya karena dia bisa memberi pengaruh yang baik pada saya.
saya baru sekali melakukan shalat istikharah tapi belum mendapatkan jawabannya. apa saya masih boleh mengharapkannya atau harus melupakannya? kalaupun kami hanya bisa berteman, saya yakin hubungan kami tidak akan senyaman & sesantai dulu. Mohon pencerahannya! makasih!
awalnya saya pacaran sma seorang cwok krang lebih sudah satu tahun, tp hubungan ini belum sampai ke orang tua. aq dan dia uda sma2 sling sayang !!! suatu hari ortu dy tanyak weton aq pa biasanya orang jawa percaya sma hal semacam itu, weton kita ternyata sma ortu dy g bs trima trus disisi lain rumah kita deket alias tetangaan orang tua dy g mau nati klo da apa2 kan mesti tetanga yg laen pda thu jadi bahan omongan deh !!! aq jg g terlalu suka ma sikap orng tuanya ke aq sinis qtu!!! q oranya agak keras klo da g suka ya g suka jd hubungan q ma ortu dy krang enak,. saat nie dy jg blum kerja jd ortu dy angap dy msh blm bsa apa2 msh butuh bantuan ortunya jd mau apa mau g mau km hrs nurut ma ortu. g jga kdang2 g ska dengan sikapnya yang kurang dewasa atas msalah2 yg da, msalah kecil tp dijadikan besar.!!! slama ni q slalu ngerti slalu ngalah kdang2 cpek jg!!! tp g bs dpungkiri q g bs klo hrs tanpa dy. bahkan dy pernah sempat ajak q tuk kawin lari !!! q hrs gmn??? q bingung setiap mlam q sholat istikharah mintak yang terbaek jk dy memang baek tuk aq dekatkan tp jka tdak jauhkan. tolong bantu saya yang lagi bingung nie..... mkasi
waalaikumsalam
Kalo dia memang bukan jodoh saya, kenapa saya memimpikan dia di dalam solat istiqarah saya?
Kenapa dia memimpikan wanita lain bukannya saya? kenapa mimpi kami berdua tidak nyambung?...
Saya tau kalo Allah juga memberikan keyakinan di hati kita untuk memilih, bukan hanya lewat mimpi. Tapi sebenernya kami berdua juga belum yakin dengan mimpi-mimpi yang kami dapat.
Tolong bantu saya yang sedang bingung ini...terima kasih.
Saya sangat bingung sekali,,saya sedang pacaran dengan seseorang yang beinisial A,,dia adalah wanita yng sya inginkan slama 6 tahun,,dan alhamdlllah pda tggl 11-01-2009 kami memuts kan untuk mncba pacaran,,hari dmi hari tlah kami lwati dngn suka dan duka,,dan saya sdah sngat dkat dngan keluarga nya,,dya pun sma dkant dangan keluarga saya...
dan pda akhirnya dia mengatakan ahwa dia ingin menikah dengan saya,,dan saya sngat senang mendengar itu,,karena dia lah wanita yang saya ingin kan sjak lama...
keluarga nya jg mndukung kami,,tapi sayang keluarga saya belum memberi izin untuk saya menikah,,karena mereka berfikir saya masih kuliah...
dan saya bilang sama dia,,"kita coba dan pertahankan cinta kita" dan mulai sekarang kita jalankan shalat Istikharah semala 7 hari,,mudah2an di beri petunjuk oleh Allah SWT...
kalau berjodoh Insya Allah kita menikah,,tapi kalau nggak mungkin sudah jalan nya...
Nah yang jd pertanyaan,,apakah akan berhasil usaha saya dan pacar saya untuk mempertahankan cinta ini,,padahal saya belum pernah mencoba mengerjakan Shalat Istikharah...???
Saudara Lukmanul Hakim yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah swt, kami mohon maaf karena sebelumnya di sini perlu kami sampaikan terlebih dahulu berkaitan masalah pacaran yang tengah saudara jalani. Pada dasarnya, Islam tidak membenarkan aktivitas pacaran, karena pacaran merupakan salah satu pintu yang mengarah pada perzinahan besar (zina kemaluan). Pacaran merupakan perbuatan yang mendekati zina, dan dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam Al Quran yang artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra (17) : 32).
Keputusan saudara Lukmanul Hakim dengan “A” untuk menikah merupakan keputusan yang tepat, karena itulah jalan yang diridhoi oleh Allah swt.
Yang di sini perlu di garis bawahi adalah bahwa orangtua saudara tidak menyetujui rencana pernikahan tersebut dengan alasan bahwa saudara masih dalam masa kuliah, mungkin karena takut terganggu kuliahnya atau memang belum mampu memberikan nafkah bagi keluarga (terutama nafkah lahir).
Sebenarnya, alasan tersebut bukanlah satu alasan yang seratus persen tepat. Karena, saat ini tidak sedikit para mahasiswa/i muslim yang memilih menikah sambil kuliah dan kerja. Alhamdulillah mereka dpat menjalaninya dengan seimbang. Dan hal ini merupakan salah satu keputusan yang insya Allah akan diridhoi oleh Allah swt jika memang bertujuan untuk menjaga kehormatannya di dalam Islam (menikah itu jauh lebih baik daripada zina atau perbuatan yang mendekati zina/pacaran). Nah, di sinilah sebenarnya saudara dituntut untuk menjadi seorang yang bijaksana dan sabar. Saudara harus mampu membujuk orangtua saudara untuk memberikan izin menikah, tentunya dengan cara yang santun, bijaksana, dan sabar. Jelaskan kepada orangtua saudara baik-baik mengenai tujuan saudara menikah.
Namun yang paling utama adalah hendaknya saudara juga harus mengetahui terlebih dahulu bahwa dalam pernikahan itu tentunya membutuhkan banyak bekal, dan satu yang pasti adalah bekal maaliyah (harta atau penghasilan). Ingat, laki-laki adalah kepala rumah tangga yang berkewajiban untuk menafkahi keluarganya (anak dan istrinya). Jadi mau tidak mau, ketika saudara memutuskan untuk menikah, hendaknya saudara harus sudah memiliki sumber penghasilan untuk menafkahi istri dan anak saudara kelak.
Dan seiring perjuangan saudara untuk membujuk orangtua, dan mungkin sambil mencari-cari kerja (kalau belum memiliki perkerjaan), tentu saja sholat istikharah pun dapat saudara lakukan. Tidak hanya dengan sholat istihkarah saja, sholat tahajud dan dhuha pun hendaknya anda dawamkan. Namun dengan catatan, bukan untuk mengharapkan petunjuk mengenai menikah atau melanjutkan pacaran, melainkan untuk memohon diberikan jalan keluar yang terbaik dari permaslahan saudara, diberikan kekuatan untuk menerima dan melaksanakannya. Karena sekali lagi maaf, Allah swt tidak membenarkan pacaran.
Intinya sholat istikharah bisa saudara lakukan, tentunya secara kontinyu dan penuh dengan kesabaran. Allah swt berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)
Berkenaan masalah hasil dari sholat istikharah tersebut akan diterima (dikabulkan) atau tidak, itu hanya Allah swt yang tahu, fenomena terkabulnya doa merupakan hak mutlak Allah swt saja. Tidak ada seorang pun atau satu makhluk pun yang dapat mengetahui. Kewajiban manusia adalah untuk sepenuhnya berusaha, berdoa, bersabar dan bertawakal kepada-Nya. Namun, yakinlah bahwa Allah swt akan senantiasa memberikan yang terbaik atau memberikan ganti yang terbaik bagi hamba-Nya yang senantiasa mendekatkan diri dan mengharap hanya kepada-Nya.
Sebagai tambahan, jika Allah swt meridhoi dan mengizinkan saudara untuk menikah, jangan pernah lupa untuk terus meningkatkan kualitas ruhiyah, sehingga saudara akan dapat tetap fokus meskipun harus menjalani kehidupan sebagai seorang suami, pekerja, sekaligus mahasiswa. Dan tentunya, dengan demikian saudara juga tidak akan mengecewakan orangtua dengan keputusan yang telah saudara putuskan.
Demikian, mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan.
Wallahua’lam.
Hingga suatu saat saya bertemu dengan si D. Si D sudah punya pacar si A. Saya dengan si D sama-sama suka, meskipun kami sudah berusaha untuk melawan perasaan itu karena kami sadar kami sudah punya pasangan masing-masing. Saya sempat pacaran dengan si D, tetapi dengan alasan tidak mau merusak hubungannya dengan si A, saya memutuskannya. Dengan si R saya sudah putus. Saat ini saya sedang sendiri dan berkomitmen untuk tidak pacaran lagi. Jika memang nanti ada orang yang ingin serius dengan saya, saya inginnya langsung menikah saja, karena saya tidak mau mengulangi dosa saya di masa lalu. Saat ini saya sedang berusaha untuk mendekatkan diri lagi dengan Allah, untuk mencari hikmah yang terjadi di balik semua ini. Karena sebelumnya saya sudah merencanakan pernikahan dengan si R, dan kami berdua yakin hal itu pasti terlaksana. Sedikit hikmah yang bisa saya ambi saat ini yaitu saya merasa makin dekat dengan Allah (semoga saya tidak tersesat dengan pikiran saya sendiri).
Kebingungan yang saya rasakan saat ini karena si R masih punya keyakinan untuk menikahi saya. Sedangkan si D juga mengaku masih sayang dengan saya, saya pun sekarang lebih sayang ke si D (meskipun si D juga bingung antara saya atau si A). Apakah dalam kasus saya ini sholat istikharah bisa saya lakukan, meskipun dua-duanya belum pernah secara langsung meminta saya kepada orang tua saya?
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang tak pernah menghentikan curahan nikmat dan rahmat-Nya bagi alam semesta beserta isinya ini.
Sebelumnya, saya ingin kembali bersyukur, Alhamdulillahirobbil’alamin, karena saudara telah mengambil keputusan dan komitmen yang tepat, yang insya Allah senantiasa diridhoi oleh Allah swt, yaitu dengan meninggalkan pacaran dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Sedikit saya ingin memberikan tanggapan atas komitmen saudara tersebut. Komitmen anda untuk tidak berpacaran lagi dan memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt merupakan satu hidayah yang patut disyukuri dan terus dipertahankan. Perlu diketahui, bahwa mempertahankan hidayah yang telah kita dapatkan merupakan satu pekerjaan yang tidak mudah, karena penuh dengan ujian dan godaan.
Jika ketika berpacaran saudara tidak mendapati banyak godaan untuk meninggalkan hal tersebut, namun ketika saudara memutuskan untuk meninggalkannya maka beribu godaan telah siap menghadang jalan saudara, dan menggoda saudara untuk kembali berpacaran lagi. Untuk itu saya menghimbau kepada saudara (maaf, saya tidak bermaksud menggurui), hendaknya saudara terus memperkuat diri dengan sering-sering bergabung dengan orang-orang shaleh (menimba ilmu dan hikmah). Dengan bergabung bersama mereka, insya Allah saudara akan menjadi lebih kuat, karena bersama mereka saudara akan senantiasa termotivasi dan terjaga dari keserakahan dan nafsu duniawi. Demikian sedikit himbauan dari saya, hamba Allah swt yang penuh dengan kekurangan.
Selanjutnya…
Memilih dan menentukan pendamping hidup merupakan satu perkara yang tidak mudah. Karena kita tengah memilih orang yang akan mendampingi kita untuk seumur hidup, insya Allah. Kita tengah memilih orang yang sekiranya memiliki visi dan misi, serta pandangan hidup yang sama, atau minimal tidak terlalu jauh menyimpang sehingga akan meminimalisir timbulnya bentrokan dalam rumah tangga.
Pendamping hidup (suami/istri) adalah orang yang kita harapkan mampu menjadi sumber motivasi dan support bagi perjalanan hidup kita kelak. Dan memilih pendamping hidup, berarti kita telah memilih benih yang akan melahirkan anak keturunan kita kelak, yang akan membantu merawat dan mendidik anak keturunan kita agar menjadi anak-anak yagn sholeh dan sholeha. Dan memilih pendamping hidup (suami/istri) berarti memilih seseorang yang akan mengatur urusan rumah tangga kita kelak. Itulah sedikit alasan mengapa memilih pendamping itu dikatakan sebagai pekerjaan yang tidak mudah.
Memilih pendamping berarti merupakan salah satu jalan untuk menuju pernikahan, yang merupakan sunnah Rasulullah saw, yang perintahnya terdapat di dalam Al Quran dan Al Hadits. Oleh karena itu, dalam memilih pendamping memang hendaknya tidak meninggalkan atau melupakan untuk memohon petunjuk dan ketetapan hati kepada Zat yang Maha Pemberi Petunjuk, Zat yang Maha Mengetahui dan Menguasai isi hati, Zat Yang Maha Tahu, Dia-lah Allah swt. Zat yang mengerti apa-apa yang terbaik bagi hamba-Nya, yang tidak pernah salah maupun merugikan hamba-Nya.
Memohon petunjuk atau ketetapan hati kepada Allah swt melalui sholat sunnah istikharah dalam rangka menentukan pendamping hidup yang tepat memang sudah sepatutnya dilakukan oleh setiap umat muslim. Karena selain untuk mendapatkan petunjuk atau ketetapan hati, cara ini juga merupakan satu bentuk permohonan ridho kita kepada Allah swt, sehingga pendamping kita, pernikahan kita, dan rumah tangga kita insya Allah senantiasa berada di dalam ridho Allah swt.
Intinya, sholat istikharah untuk meminta petunjuk atau ketetapan hati atas pilihan yang terbaik berdasarkan pandangan dan ridho Allah swt boleh dilakukan dan hendaknya memang dilakukan, agar kita tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang sombong kepada Allah swt.
Demikian, mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kesalahan.
Wallahua’lam
Dalam bentuk apa petunjuk itu datang?
Saya sudah melakukan sholat tu tetapi saya merasa belum dapat petunjuk.
Saya ingin melakukan sesuatu yang saya inginkan (menurut saya), tpi saya masi ragu apa langkah tu tepat..
Saya takut jika tu hanya berdasarkan hawa nafsu, bukan petunjuk yang sebenarnya dari Allah SWT..
Mohon membagi informasinya mengenai hal ini..
Terima kasih..
Wassalamualaikum.
Dalam bentuk apakah hidayah itu akan datang?
Allah swt itu maha kaya, maha kuasa, maha sempurna, maha tinggi. Demikianlah sehingga kita tidak dapat mengatakan secara pasti bahwa Allah swt itu akan menurunkan hidayah kepada seseorang dalam bentuk apa. Karena Allah swt Maha Kaya, Dia dapat memiliki cara yang jumlahnya tidak terhitung oleh manusia untuk menurunkan hidayah pada seseorang. Allah swt Maha Kuasa, Dia mampu menjadikan segala sesuatu yang ada di dunia ini sebagai hidayah, baik melalui alam sadar maupun dibawah alam sadar.
Dan yang perlu diingat adalah bahwa Allah swt itu adalah Maha Tinggi, sehingga tidak ada satu makhluk, benda atau apapun yang mampu menerka atau menduga-duga apa keptusan dan tindakan-Nya.
Namun demikian, untuk sekedar gambaran, bahwa Allah swt telah menurunkan hidayah kepada hambanya diantaranya dalam bentuk:
1.Mimpi, hal ini sebagaimana terdapat di dalam QS. Yusuf : 4 dan QS. Yusuf : 43-50
2.Fenomena alam, seperti bencana alam
3.Hikmah dari suatu peristiwa, sebagaimana banyak dialami oleh orang-orang sholeh atau sahabat Rasulullah saw terdahulu
4.Nasihat yang datang dari ulama atau bahkan dari orang-orang yang biasa dipandag rendah oleh orang lain
5.Jatuh atau kebangkrutan, QS. Al Kahfi : 32-42
6.Ketetapan hati yang memang ditanamakan secara langsung oleh Allah swt, QS. Yusuf : 24, QS. Al Qashash : 10
7.Melalui ayat-ayat Al Quran atau perjalanan sejarah Islam (betapa banyak saat ini mualaf yang mendapatkan hidayah melalui surat Al Ikhlash)
8.Dan lain-lain
Itu hanya gambaran saja. Intinya, hidayah Allah swt itu dapat turun dalam bentuk apapun, dalam bentuk mimpi, ayat-ayat quraniyah maupun kauniyah. Kita sebagai manusiatidak akan dapat mengetahuinya secara pasti, dan kita juga tidak selalu dapat melihatnya, tapi insya Allah kita dadpat merasakannya.
Demikian.
Wallahua’lam
jadi sholat istikharah kita lakukan saat kita dihadapkan pada situasi harus memilih salah satu, yang artinya pilihan-pilihan tersebut sudah ada pada kita sebelumnya.